Sekilas
Citi memangkas eksposur emas setelah beralih ke prospek Fed yang lebih hawkish.
Emas tetap berada di bawah tekanan meskipun arus masuk ETF tangguh dan pembelian oleh bank sentral berlanjut.
Tiongkok menambahkan 650.000 troy ounce pada bulan Agustus, memperpanjang rekor pembelian beruntunnya menjadi 22 bulan.
Jeff Currie menyebut buyback (pembelian kembali) obligasi Departemen Keuangan AS sebagai sinyal bullish jangka panjang untuk emas.
Inflasi yang lebih tinggi dan suku bunga yang lebih tinggi tetap menjadi risiko utama bagi emas batangan.
Tren Bullish Emas Menghadapi Hambatan dari Fed
Para pedagang emas menghadapi latar belakang kebijakan yang lebih sulit setelah Citi mengurangi eksposur emasnya, dengan alasan prospek Federal Reserve yang lebih hawkish. Langkah ini dilakukan saat investor menimbang suku bunga AS yang lebih tinggi terhadap permintaan bank sentral yang kuat serta kekhawatiran yang terus berlanjut atas mata uang dan stabilitas fiskal.
Rincian Kunci
Citi sebelumnya telah membangun posisi long pada emas dengan ekspektasi Fed yang dovish dan pengumuman pembelian kembali obligasi Departemen Keuangan AS. Namun, setelah simposium Jackson Hole, bank tersebut melihat pasar melakukan re-pricing ke arah kebijakan Fed yang lebih ketat.
Ekonom Citi sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga, dengan suku bunga AS diidentifikasi sebagai penggerak utama harga emas.
Tiongkok tetap menjadi sumber dukungan utama. People’s Bank of China membeli 650.000 troy ounce pada bulan Agustus, pembelian bulanan terbesar sejak akhir 2023 dan merupakan bulan ke-22 berturut-turut dalam melakukan pembelian.
Permintaan ETF Emas juga tetap bertahan. Sekitar $7 miliar mengalir ke GLD selama dua bulan terakhir, arus masuk terkuat sejak November 2025.
Mengapa Ini Penting
Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperkuat dolar dan mengangkat imbal hasil riil, membuat emas menjadi kurang menarik. Namun, pembelian bank sentral yang persisten dan kekhawatiran investor terhadap mata uang terus memberikan batas bawah (support).
Jeff Currie melihat pembelian kembali obligasi Departemen Keuangan AS sebagai "sinyal beli utama" untuk emas dalam jangka panjang.
Para pedagang akan fokus pada sinyal Fed, inflasi AS, dan kebijakan Departemen Keuangan. Peralihan ke arah hawkish yang lebih lanjut dapat menekan emas, sementara ekspektasi penurunan suku bunga yang baru dapat menghidupkan kembali tren bullish.
Setiap berita utama adalah peluang — jangan hanya menonton dari pinggir lapangan. Tradisikan langsung di TradeQuo.
Sumber: Investing.com & Gold-Eagle
Waktu: 5:00 PM EEST





