Sejalan dengan ketegangan politik, risiko global, dan perpecahan sosial yang meningkat, orang-orang terkaya di Amerika mengamankan paspor kedua dan rumah di luar negeri sebagai rencana cadangan.
Bagi banyak miliarder, memiliki rumah kedua tidak lagi cukup. Semakin banyak warga Amerika kaya yang secara aktif mengamankan kewarganegaraan alternatif dan hak tinggal, yang memberi mereka pilihan jika ketidakstabilan politik, konflik global, atau gangguan ekonomi meningkat.
Contoh terbaru adalah investor miliarder dan salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel, yang baru-baru ini menghabiskan waktu di Argentina, menurut laporan. Langkahnya telah memperbarui perhatian pada tren yang telah mendapatkan momentum di antara kaum超-kaya selama bertahun-tahun.
DETAIL KUNCI
Sebuah survei UBS tahun 2025 terhadap 87 klien miliarder menemukan bahwa 36% telah pindah setidaknya sekali, sementara 9% lainnya sedang mempertimbangkan untuk pindah. Sementara itu, firma intelijen kekayaan Altrata melaporkan pada April 2026 bahwa orang-orang terkaya di dunia semakin mendiversifikasikan diri di berbagai negara, sistem keuangan, dan paspor.
Warga Amerika kini memimpin perburuan paspor kedua. Firma penasihat tempat tinggal dan kewarganegaraan Henley & Partners melaporkan peningkatan aplikasi sebesar 99% dari tahun ke tahun dari warga negara AS selama tahun 2025.
Para ahli mengatakan tren ini didorong oleh beberapa kekhawatiran, termasuk ketegangan geopolitik, ingatan akan pembatasan perjalanan pandemi, polarisasi politik yang meningkat, dan meningkatnya sentimen anti-miliarder.
Menurut penasihat relokasi, orang-orang kaya melihat kewarganegaraan alternatif sebagai bentuk polis asuransi. Tujuannya adalah fleksibilitas dan akses, bukan penghematan pajak, karena warga negara AS umumnya tetap tunduk pada perpajakan Amerika di mana pun mereka tinggal.
Destinasi Cadangan Paling Populer
Malta tetap menjadi salah satu pilihan yang paling dicari berkat jalurnya menuju kewarganegaraan dan akses ke Uni Eropa.
St. Kitts dan Nevis terus menarik investor dengan salah satu program kewarganegaraan melalui investasi tercepat di dunia.
Selandia Baru dihargai karena isolasi geografisnya, stabilitas politik, lingkungan berbahasa Inggris, dan peluang tempat tinggal investor.
Antigua dan Barbuda menawarkan rute lain yang relatif cepat untuk mendapatkan paspor kedua melalui investasi atau donasi.
Austria, meskipun jauh lebih sulit untuk diakses, tetap sangat diinginkan karena paspornya memberikan hak penuh Uni Eropa.
Meskipun Peter Thiel baru-baru ini dikaitkan dengan Argentina, para penasihat mengatakan Eropa dan Karibia tetap menjadi destinasi utama bagi warga Amerika kaya yang mencari rencana darurat.
DAMPAK PADA PASAR
Tren ini menyoroti permintaan yang terus berlanjut untuk real estat mewah, layanan manajemen kekayaan internasional, dan program kewarganegaraan melalui investasi.
Meskipun tidak ada dampak langsung terhadap pasar forex atau saham, perusahaan yang terlibat dalam migrasi kekayaan, perbankan swasta, dan layanan tempat tinggal global dapat diuntungkan karena permintaan terus tumbuh.
MENGAPA INI PENTING
Bagi para trader dan investor, pergeseran ini menawarkan wawasan tentang bagaimana beberapa orang terkaya di dunia memposisikan diri mereka terhadap risiko geopolitik dan ekonomi jangka panjang.
Ketika para miliarder melakukan diversifikasi di berbagai negara, mata uang, dan sistem hukum, ini dapat menandakan kekhawatiran yang meningkat tentang ketidakpastian masa depan dan stabilitas global.
CATATAN AKHIR
Paspor kedua menjadi bagian penting dari strategi pelestarian kekayaan di kalangan kaum超-kaya. Baik dimotivasi oleh risiko politik, ketegangan global, atau perencanaan jangka panjang, orang-orang terkaya di Amerika semakin memastikan bahwa mereka memiliki pilihan di luar satu negara saja.
Untuk kisah yang menggerakkan pasar, wawasan perdagangan, dan berita keuangan global lainnya, kunjungi TradeQuo.com.





